Tinggal Bersama Mertua ?

Diposting pada

Tinggal bersama mertua? Wow….

Sobat.. pada artikel kali ini , mari kita sharing bersama mengenai manfaat dan resiko yang akan terjadi saat sudah menikah, dan kebetulan belum memiliki tempat tinggal sendiri. Karena keadaan yang belum mendukung untuk pasangan suami istri belum memiliki rumah sendiri, maka mengharuskan kita masih ikut tinggal di rumah orang tua.

Faktor Pendukung

Banyak faktor yang mengharuskan pasangan untuk tetap tinggal bersama orang tuanya atau mertuanya , antara lain :

  1. Kita menikah dengan anak tunggal.

    Sudah jelas, bila seorang anak tunggal tidak memiliki saudara, sehingga apabila seorang anak tunggal tersebut menikah, maka anak itu harus membawa pasangannya masuk ke dalam rumah orang tuanya.

  2. Menikah dengan anak laki-laki atau perempuan 1 1 nya.

    Apabila pasangan sobat adalah anak laki – laki atau perempuan 1 1 nya di dalam keluarga itu, maka orang tua tidak ingin berpisah dengan anak tersebut. Dan , sebagai kaum anak maka harus menuruti apa keinginan orang tua.

  3. Single parent.

    Apabila hanya ada 1 orang tua di dalam rumah tersebut, sehingga itu mengharuskan anak tinggal dengan orang tua dengan pasangannya.

  4. Anak bungsu yang paling disayang.

Memutuskan menikah, memang tidak sesimple pacaran. Suka dan Suka, sayang dan sayang , maka seseorang itu bisa bersama. Apabila tidak ada kecocokan, maka orang tersebut bisa pergi.

Menikah adalah komitmen untuk saling memahami , mengerti dan menyayangi satu sama lainnya dengan meninggalkan ego dalam diri masing-masing pasangan. Menikah adalah menyatukan dua keluarga menjadi satu. Menyatukan dua pikiran menjadi satu , menyayangi orang tua kandung dan mertua  selayaknya menyayangi anaknya (pasangan kita).

Mertua dan orang tua, memang bukan hal yang bisa disamakan setelah menikah. Pada orang tua , kita bisa terbuka, bercerita keluh kesah kita, bermalas – malasan di rumah  dan hanya ingin didengarkan. Namun, sangat bertolak belakang dengan sikap yang harus kita hadapi ke mertua. Mungkin banyak sekali yang mengalami ketidak cocokan pada mertua, dan tidak sedikit pula yang sangat cocok dengan mertua seperti orang tua sendiri. Namun sobat, jika memang saat menikah nanti sobat harus menghadapi tinggal bersama mertua berikut ini admin share untuk menjaga kondisi rumah di rumah mertua sehingga tidak sering terjadi masalah .

Tips tinggal bersama mertua :

  1. Tetap bekerja di luar rumah

Ada baiknya , setelah menikah suami dan istri sama – sama memiliki penghasilan sendiri. Sehingga dalam kondisi keuangan selalu stabil dan dapat saling menopang. Apabila sobat sehat adalah seorang wanita, maka sebaiknya sobat sehat tetap mencari kesibukan dengan bekerja diluar rumah. Hal tersebut akan mengurangi konsekuensi sobat sehat berinteraksi dengan mertua, yang mana akan sedikit mengurangi konflik sobat dengan mertua karena sobat memiliki kesibukan diluar ruangan dan mengurangi rasa sentimental terhadap orang lain.
Selain itu apabila sobat masih bekerja, sehingga sobat pun tidak akan mengantungkan diri pada suami (Mandiri).

  1. Usahakan mencari kesibukan di dalam rumah

Menjadi suami istri, bukan merupakan hal yang simple seperti menjalin hubungan berpacaran. Setelah menjadi satu atap dengan pasangan , pasti banyak melakukan penyesuaian terhadap lingkungan yang baru. Apabila sobat merupakan seorang yang berkarier, sobat juga harus mengutamakan keluarga menjadi prioritas utama (keluarga kecil yang baru).

Seorang istri akan menuntut suaminya untuk rajin bekerja dan mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Begitu juga sebaliknya. Seorang suami akan menuntut istri untuk mengutamakan keluarga menjadi prioritas utama.

Tips Tambahan

Jika dalam hal ini, yang harus mengalami tinggal bersama mertua adalah sobat laki- laki, maka mungkin itu bukan masalah besar. Karena laki-laki notabene adalah seseorang yang cuek dan selalu menggunakan logika.

Namun berbeda hanya dengan sobat perempuan. Jika sobat perempuan lah yang harus mengalami tinggal bersama mertua, maka ini memungkinkan jika terjadi konflik atau perselesihan antara mertua dan menantu. Selain bekerja diluar rumah, sobat harus mencari kesibukan di dalam rumah, misalnya : memasak, mencuci baju dan membereskan kamar dimana tempat sobat beristirahat.

Memasak merupakan hal positif yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi konflik dengan mertua. Selain itu, dengan memasak juga pasangan pasti lebih menyayangi sobat.

Tinggal bersama mertua adalah hal yang paling lumrah di Indonesia. Tidak sedikit yang hidup harmonis dan cukup banyak juga yang mengalami konflik dan bisa menyebabkan stress.

Berdasarkan Penelitian

Menurut penelitian, hidup bersama mertua dapat berdampak buruk bagi kesehatan wanita. Para ilmuwan mengatakan, wanita yang tinggal satu rumah dengan keluarga laki – laki akan tiga kali lebih rentan mengembangkan penyakit jantung yang serius.

Stress yang diakibatkan karena harus berperan menjadi anak, istri dan seorang ibu dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan diabetes, bahkan beresiko menyebabkan penyakit jantung yang serius. Dalam penelitian yang sudah dilakukan pada daily mail , para peneliti melihat efek dari pengaturan hidup sehari – hari pada 91.000 pria dan wanita paruh baya, selama kurang lebih 10 tahun.

671 orang diantara mereka yang disurvei di Jepang, didiagnosis dengan penyakit arteri coroner. Sementara 339 orang meninggal karena penyakit jantung, dan 6255 orang meninggal karena penyakit lainnya. Menurut penelitian yang sudah dilakukan, tingkat stress keluarga yang tinggal bersama mertua sangat mempengaruhi kesehatan perempuannya.

Dan untuk para wanita tangguh , jangan putus asa atas segala masalah yang mungkin akan terjadi saat kehidupan berumah tangga. Tetap lakukan yang tebaik untuk anak dan pasangan sobat. Mencari kesibukan untuk diri sendiri , adalah salah satu bantuan yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi konflik yang akan terjadi pada diri sobat dan mertua.

Positif Tinggal Bersama Mertua

Namun sobat, dari semuanya itu ada hal-hal dimana tinggal bersama mertua itu asik antara lain :

  1. Lebih hemat

Dengan numpang di rumah mertua, sobat tidak perlu memikirkan biaya cicilan rumah atau bayar kontrakan. Sobat bisa focus menabung untuk membeli rumah impian.

  1. Menjadi pribadi yang lebih sabar dan dewasa

Tinggal bersama mertua tidak selalu buruk, apabila Sobat bisa beradaptasi dan mengalah maka hubungan akan selalu terjaga dengan baik. Mengalah memang tidak semudah yang diucapkan, namun dengan belajar mengalah sobat bisa melatih diri menjadi pribadi yang lebih sabar dan lebih dewasa.

  1. Membantu dalam menjaga anak

SobatSehat, apabila masih tinggal bersama mertua, maka sobat tidak perlu bingung pada saat sobat pergi bekerja. Sobat bisa menitipkan anak kepada orang tua (read;Mertua) yang pasti akan lebih disayang daripada sobat sebagai anaknya sendiri.

Monster-in Law mungkin bagi sebagian orang kalimat itu cocok untuk mengambarkan seorang mertua. Tapi, dengan membahas mengenai psikologi tinggal bersama mertua mungkin SobatSehat bisa sharing dan memberikan tanggapan atau masukan untuk pada Sobat Sehat lainnya. Bagaimana tanggapan sobat mengenai tinggal bersama mertua? Apa keluh kesah sobat tinggal bersama mertua? Apakah sobat bisa merasakan kebahagiaan dan kebebasan? Bagaimana menurut sobat? Silahkan tanggapi dengan comment  kolom dibawah yang telah disediakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *